{"id":221,"date":"2012-08-11T04:14:47","date_gmt":"2012-08-11T04:14:47","guid":{"rendered":"http:\/\/sabarudin.com\/?p=221"},"modified":"2014-06-15T23:15:20","modified_gmt":"2014-06-15T23:15:20","slug":"fenomena-blue-moon-atau-bulan-biru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sabarudin.com\/?p=221","title":{"rendered":"FENOMENA BLUE MOON ATAU BULAN BIRU"},"content":{"rendered":"<p><strong>Blue Moon atau Bulan Biru<\/strong>\u00a0bukanlah menunjukkan keadaan bulan yang berwarna biru tetapi istilah yang diberikan bagi\u00a0bulan jika\u00a0mempunyai gangguan\u00a0atmosfera.\u00a0\u2018Bulan biru\u2019 terjadi tiap dua setengah tahun ketika bulan purnama terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Terdapat peristiwa langka ketika bulan tampak biru. Kebakaran hutan dan gunung api dapat menembakkan abu ke atmosfer dan tercampur tetesan air.\u00a0Tetesan air ini dapat bergerak ribuan kilometer mengelilingi Bumi dan cukup untuk membuyarkan cahaya matahari dan membuat bulan berwarna biru.<\/p>\n<p>Sebenarnya istilah bulan biru sudah dikenal lama. Berdasarkan Oxford English Dictionary, ungkapan itu muncul pertama kali pada 1528. Pada abad ke-19, frase itu digunakan untuk merepresentasikan \u201dsesuatu yang tidak akan pernah terjadi\u201d. \u00a0Bulan yang indah dan waktu yang sempurna. Tentu banyak orang yang penasaran akan kemunculan bulan biru tepat pada malam Tahun Baru 2010. Mark Hammergren, pejabat Planetarium di Chicago, Illinois, menyatakan bulan biru tidak ada sangkut pautnya dengan astronomi.<\/p>\n<p>\u201cNamun saya percaya bahwa bulan biru telah memberikan penjelasan baru tentang sejarah, lalu membuat kita berpikir tentang keistimewaan sistem kalender berdasarkan pergerakan benda-benda langit,\u201d ungkap Mark. Kajian almanak yang diterbitkan antara tahun 1819 \u2013 1962 memperkenalkan \u201dbulan biru\u201d sebagai bulan penuh \u201dekstra\u201d yang terjadi dalam setahun. Mereka menyebut bulan purnama rata-rata muncul 12 kali dalam setahun. Maka, dalam satu bulan hanya akan ada satu bulan purnama.<\/p>\n<p>Namun, sesungguhnya kalender yang kita gunakan sekarang berdasarkan pada satu kali putaran bumi mengelilingi matahari. Artinya, dalam setahun bisa saja terjadi kemunculan dua kali bulan purnama dalam sebulan. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah \u201dbulan biru\u201d. Jauh sebelum masa kajian almanak tersebut, bulan biru justru berasal dari suatu penglihatan akan adanya bulan berwarna biru.<\/p>\n<p>Saat itu, bulan purnama yang tampak bagai bola kekuningan dari permukaan bumi berangsur-angsur membiru dan memang benar-benar biru. Bulan biru \u2013 dalam arti sebenarnya \u2013 ini muncul akibat debu dan asap yang terbang tinggi menuju atmosfer bumi. Debu dan asap ini membubung tinggi karena letusan gunung berapi atau kebakaran hutan dalam skala besar.<\/p>\n<p>Partikel-partikel kecil melahirkan efek cahaya dan memancarkannya ke beberapa arah. Cahaya berwarna merah mampu menembus debu atau asap. Sementara, cahaya biru \u2013 yang lebih lemah daya pancarnya dari cahaya merah tidak mampu menembus asap dan akhirnya membuat bulan terkena refleksi warna birunya.<\/p>\n<p>Maka tampaklah bulan biru bulat memancar lembut pada langit malam. Bulan biru yang seperti ini muncul pertama kali pada 1950 setelah kebakaran hutan hebat di Kanada. Asapnya mengangkasa dan memenuhi langit di belahan bumi utara.<\/p>\n<p>Bulan biru serupa muncul pada 1980, beberapa waktu setelah peristiwa meletusnya Gunung St. Helens yang terletak di Skamania County, Washington, Amerika Serikat (AS). Berton-ton debu terbang tinggi mencapai atmosfer dan menghiasi langit malam dengan bulan birunya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/a4.sphotos.ak.fbcdn.net\/hphotos-ak-snc6\/247442_162294657169180_151513658247280_394446_6971305_n.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>Dari Berbagai Sumber<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blue Moon atau Bulan Biru\u00a0bukanlah menunjukkan keadaan bulan yang berwarna biru tetapi istilah yang diberikan bagi\u00a0bulan jika\u00a0mempunyai gangguan\u00a0atmosfera.\u00a0\u2018Bulan biru\u2019 terjadi tiap dua setengah tahun ketika bulan purnama terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Terdapat peristiwa langka ketika bulan tampak biru. Kebakaran hutan dan gunung api dapat menembakkan abu ke atmosfer dan tercampur tetesan air.\u00a0Tetesan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-221","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=221"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":387,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/221\/revisions\/387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}