{"id":322,"date":"2013-01-09T04:59:23","date_gmt":"2013-01-09T04:59:23","guid":{"rendered":"http:\/\/sabarudin.com\/?p=322"},"modified":"2014-06-15T23:15:20","modified_gmt":"2014-06-15T23:15:20","slug":"plat-kendaraan-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sabarudin.com\/?p=322","title":{"rendered":"Plat Kendaraan Di Indonesia"},"content":{"rendered":"<h3><span style=\"color: #0000ff;\">Lebih Mengenal Plat Nomor Kendaran Kalian,,,<\/span><\/h3>\n<div><span style=\"color: #0000ff;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div><span style=\"color: #0000ff;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-4Xp9J6yUdH0\/TdldfJyyDVI\/AAAAAAAAAw0\/cXIbCb5JBrA\/s320\/plat+nomor+kendaraan+bermotor.jpg\"><span style=\"color: #0000ff;\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-4Xp9J6yUdH0\/TdldfJyyDVI\/AAAAAAAAAw0\/cXIbCb5JBrA\/s320\/plat+nomor+kendaraan+bermotor.jpg\" border=\"0\" \/><\/span><\/a>Setiap kendaraan pastilah mempunyai plat nomor. Plat nomor tersebut adalah bagaikan &#8220;kartu identitas&#8221; bagi kendaraan tersebut. Sebagian orang tahu apa arti dari nomor yang terpajang di depan dan belakang kendaraannya tersebut, sedangkan sebagian lain tidak. Bagi anda yang sudah tahu maka sebaiknya anda meninggalkan post ini dan membaca tulisan pada post lainnya. Dan bagi anda yang belum mengetahuinya silahkan baca uraian berikut dengan sebaik-baiknya.<\/span><span style=\"color: #0000ff;\"> Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1 sampai dengan 4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor. Sebagai contoh, untuk wilayah DKI Jakarta:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">1 &#8211; 2999 = dialokasikan untuk kendaraan penumpang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">8000 &#8211; 8999 = dialokasikan untuk kendaraan penumpang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">3000 &#8211; 6999 = dialokasikan untuk sepeda motor\\<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">7000 &#8211; 7999 = dialokasikan untuk bus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">9000 &#8211; 9999 = dialokasikan untuk kendaraan beban\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <a name=\"more\"><\/a><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A sampai dengan Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Khusus untuk DKI Jakarta, dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai kategori atau dengan permintaan khusus. Format kategori 3 huruf seri umum yaitu: B XXXX XYZ<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> X = Umumnya mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar. Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> U -&gt; Jakarta Utara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> B -&gt; Jakarta Barat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> P -&gt; Jakarta Pusat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> S -&gt; Jakarta Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> T -&gt; Jakarta Timur<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> E -&gt; Depok<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> N -&gt; Tangerang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> C -&gt; Tangerang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> K -&gt; Bekasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> F -&gt; Bekasi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Y = Umumnya jenis kedaraan berdasar golongan. Huruf yang mewakili kategori kendaraan:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> A -&gt; Sedan \/ Motor<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> F -&gt; Minibus, Hatchback, City Car<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> V -&gt; Minibus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> J -&gt; Jip dan SUV<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> D -&gt; Truk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> T -&gt; Taksi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> U -&gt; Kendaraan Staf Pemerintah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> Q -&gt; Kendaraan Staf Pemerintah (contoh: B 1234 FQN untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi, B 1234 KQN untuk Pemerintah Kota Bekasi)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Z = Huruf acak yang diberikan untuk pembeda. Contoh: B XXXX PAA -&gt; Mobil tersebut terdaftar di Jakarta Pusat (P), berjenis sedan (A), dan memiliki huruf pembeda (A).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Kode Wilayah Nomor Kendaraan<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Sumatera<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> BL = Nanggroe Aceh Darussalam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BA = Sumatera Barat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BM = Riau<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BH = Jambi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BD = Bengkulu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BP = Kepulauan Riau<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BG = Sumatera Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BN = Kepulauan Bangka Belitung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> BE = Lampung<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Jawa<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> A = Banten: Kabupaten dan Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> B = DKI Jakarta, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Depok<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> D = Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten dan Kota Cirebon (E XXXX YA), Kabupaten Indramayu (YB), Kabupaten Majalengka (YC), Kabupaten Kuningan (YD)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> Z = Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya (H), Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis (T\/W), Kota Banjar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Jawa Tengah dan DI Yogyakarta<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G XXXX B) dan Kota Pekalongan (A), Kabupaten (F) dan Kota Tegal (E), Kabupaten Brebes (G), Kabupaten Batang (C), Kabupaten Pemalang (D)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten (C\/L\/V) dan Kota Semarang (A\/G\/H\/R\/S\/X\/W\/Y\/Z), Kota Salatiga (B\/K), Kabupaten Kendal (D\/M), Kabupaten Demak (E)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (A\/S\/H), Kabupaten Kudus (B\/K\/T), Kabupaten Jepara (C\/V), Kabupaten Rembang (D\/M), Kabupaten Blora (E\/N), Kabupaten Grobogan (F\/P), Kecamatan Cepu (N\/Y)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (A\/H\/S\/E), Kabupaten Cilacap (B\/K\/T\/F), Kabupaten Purbalingga (C\/L), Kabupaten Banjarnegara (D\/M)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten (B) dan Kota Magelang (A\/H\/K\/S), Kabupaten Purworejo (C\/L\/V), Kabupaten Kebumen (D\/M\/W), Kabupaten Temanggung (E\/N), Kabupaten Wonosobo (F\/P\/Z)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta (A\/H\/F), Kabupaten Bantul (B\/G), Kabupaten Gunung Kidul (D\/W), Kabupaten Sleman (E\/N\/Y\/Q\/Z\/U), Kabupaten Kulon Progo (C)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo (B\/K\/T), Kabupaten Boyolali (D\/M), Kabupaten Sragen (E\/N\/Y), Kabupaten Karanganyar (F\/P), Kabupaten Wonogiri (G\/R), Kabupaten Klaten (J\/C\/L\/V)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Contoh: AD 1234 CB, AD 1234 CK, dan AD 1234 CT merupakan Plat Nomor Kendaraan Bermotor dari Kabupaten Sukoharjo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Jawa Timur<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> L = Kota Surabaya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten (D-J) dan Kota Malang(A-C dan E), Kabupaten (L-N) dan Kota Probolinggo (P-R), Kabupaten (S,U) dan Kota Pasuruan (V,X), Kabupaten Lumajang (W-Z), Kota Batu (K)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso (A-D), Kabupaten Situbondo (E-H), Kabupaten Jember(K-T), Kabupaten Banyuwangi (U-Z)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan (W \/ X \/ Y \/ Z)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten (D-J) dan Kota Kediri (A-C), Kabupaten (K-N) dan Kota Blitar (P-R), Kabupaten Tulungagung (S-T), Kabupaten Nganjuk (U-W), Kabupaten Trenggalek (Y-Z)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Catatan:<\/b><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div><span style=\"color: #0000ff;\"> Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)<\/span><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Bali dan Nusa Tenggara<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> DK = Bali<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten\/Kota Bima)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten\/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Kalimantan<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> KB = Kalimantan Barat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DA = Kalimantan Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> KH = Kalimantan Tengah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> KT = Kalimantan Timur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Sulawesi<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DM = Gorontalo<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DN = Sulawesi Tengah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DT = Sulawesi Tenggara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DD = Sulawesi Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DC = Sulawesi Barat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Maluku dan Papua<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> DE = Maluku<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DG = Maluku Utara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> DS = Papua dan Papua Barat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Tidak digunakan<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> DF = Timor Timur (telah menjadi negara sendiri)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Kode Nomor Kendaraan Khusus Pemerintahan<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan. Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> RI 1: Presiden<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 2: Wakil Presiden<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 3: Istri\/Suami Presiden<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 4: Istri\/Suami Wakil Presiden<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 8: Ketua Mahkamah Agung (MA)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 14: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 15: Sekretaris Kabinet (Sekab)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 16: Menteri Dalam Negeri (Mendagri)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 17: Menteri Luar Negeri (Menlu)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 18: Menteri Pertahanan (Menhan)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 20: Menteri Keuangan (Menkeu)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 22: Menteri Perindustrian<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 23: Menteri Perdagangan (Mendag)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 24: Menteri Pertanian<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 25: Menteri Kehutanan (Menhut)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 26: Menteri Perhubungan (Menhub)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 29: Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 30: Menteri Kesehatan (Menkes)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 31: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 32: Menteri Sosial (Mensos)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 33: Menteri Agama (Menag)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 35: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 46: Jaksa Agung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 48: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 49: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 52: Wakil Ketua DPR<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Catatan: Nomor kendaraan Pejabat Negara atau Menteri sering berganti, hal ini disesuaikan dengan jumlah anggota Kabinet. Misalnya pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) Jabatan Sekretaris Kabinet bukan setingkat menteri, sehingga Nomor Kendaraan untuk beberapa menteri berubah. Sebagai contoh saat ini Kepala BIN menggunakan RI 49.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Kode Nomor Kendaraan Khusus Korps Diplomatik dan Konsuler<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Mobil milik korps diplomatik (Kedutaan besar maupun organisasi internasional) memiliki kode khusus, yakni CD (singkatan dari Corps Diplomatique) atau CC (singkatan dari Corps Consulaire), diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Kendaraan dengan nomor polisi ini secara sah sudah berada di luar teritori (extrateritorial) hukum dan regulasi Republik Indonesia. Berikut adalah daftar nomor polisi untuk korps diplomatik di Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> CD 12: Amerika Serikat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 13: India<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 14: Perancis<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 15: Vatikan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 16: Norwegia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 17: Pakistan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 18: Myanmar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 19: Republik Rakyat Cina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 20: Swedia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 21: Arab Saudi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 22: Thailand<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 23: Mesir<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 24: Perancis<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 25: Filipina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 26: Australia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 27: Irak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 28: Belgia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 29: Uni Emirat Arab<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 30: Italia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 31: Swiss<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 32: Jerman<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 33: Sri Lanka<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 34: Denmark<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 35: Kanada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 36: Brasil<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 37: Rusia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 38: Afganistan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 39: Serbia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 40: Republik Ceko<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 41: Finlandia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 42: Meksiko<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 43: Hongaria<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 44: Polandia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 45: Iran<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 47: Malaysia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 48: Turki<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 49: Jepang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 50: Bulgaria<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 51: Kamboja<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 52: Argentina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 53: Romania<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 54: Yunani<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 55: Yordania<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 56: Austria<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 57: Suriah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 58: Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 59: Selandia Baru<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 60: Belanda<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 61: Yaman<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 62: Kesatuan Pos Sedunia (UPU)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 63: Portugal<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 64: Aljazair<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 65: Korea Utara<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 66: Vietnam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 67: Singapura<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 68: Spanyol<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 69: Bangladesh<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 70: Panama<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 71: Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 72: Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 73: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 74: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 75: Korea Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 76: Bank Pembangunan Asia (ADB)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 77: Bank Dunia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 78: Dana Moneter Internasional (IMF)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 79: Organisasi Buruh Internasional (ILO)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 80: Papua Nugini<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 81: Nigeria<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 82: Chili<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 83: Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 84: Program Pangan Dunia (WFP)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 85: Venezuela<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 86: ESCAP<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 87: Kolombia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 88: Brunei<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 89: UNIC<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 90: IFC<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 91: United Nations Transitional Administration in East Timor<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 97: Palang Merah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 98: Maroko<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 99: Uni Eropa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 100: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN (Sekretariat)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 101: Tunisia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 102: Kuwait<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 103: Laos<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 104: Palestina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 105: Kuba<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 106: Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (AIPO)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 107: Libya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 108: Peru<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 109: Slowakia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 110: Sudan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 111: Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Yayasan)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 112: (Utusan)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 113: Center for International Forestry Research (CIFOR)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 114: Bosnia-Herzegovina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 115: Lebanon<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 116: Afrika Selatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 117: Kroasia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 118: Ukraina<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 119: Mali<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 120: Uzbekistan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 121: Qatar<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 122: United Nations Population Fund (UNFPA)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 123: Mozambik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"> CD 124: Kepulauan Marshall<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> Mobil operasional staf korps diplomatik memiliki nomor polisi serupa dengan kendaraan pribadi (dasar hitam dengan tulisan putih) namun dengan format khusus yakni memiliki lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian. Contoh: &#8220;B 12345 15&#8221; berarti mobil ini adalah kendaraan operasional staff korps diplomatik Vatikan. Pada KTT Asia-Afrika 2005, kendaraan para pesertanya dipasang plat nomor dengan kode KAA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"> <b>Warna Plat Nomor Kendaraan Bermotor<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor umum: Warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor milik Pemerintah: Warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna hitam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor Staff Operasional Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\">Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna merah. (Keterangan tambahan: plat putih untuk mobil baru dengan seri ujung XX berarti dibeli dengan harga lunas dan bukan kredit).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih Mengenal Plat Nomor Kendaran Kalian,,, \u00a0 Setiap kendaraan pastilah mempunyai plat nomor. Plat nomor tersebut adalah bagaikan &#8220;kartu identitas&#8221; bagi kendaraan tersebut. Sebagian orang tahu apa arti dari nomor yang terpajang di depan dan belakang kendaraannya tersebut, sedangkan sebagian lain tidak. Bagi anda yang sudah tahu maka sebaiknya anda meninggalkan post ini dan membaca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[84],"class_list":["post-322","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum","tag-plat-kendaraan-bermotor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=322"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":381,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/322\/revisions\/381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sabarudin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}